0 komentar

PENTINGNYA PENGIDENTIFIKASIAN PELANGGAN DALAM BERTRAN SAKSI


PENTINGNYA PENGIDENTIFIKASIAN PELANGGAN DALAM BERTRAN SAKSI

judul di atas merupakan makalah yang saya buat bersama partner kelompok saya yaitu (mawan yulianto , yuliani indahyanti dan saya sendiri umi khusnul k.h merupakan tugas untuk memenuh mata kuliah Bahasa Indonesia Keilmuan Yang dibina oleh Ibu Novi Eka Susilowati, yang kami ambil selama menempuh perkuliahan di universitas negeri malang fakultas ekonomi... dengan terus berusaha untuk melakukan yang terbaik akhirnya makalah ini siap jadi untuk di bagi dan di kumpulkan ke dosen kami, smoga dapat nilai terbaik seperti usaha yang kami lakukan aminnn :)........ oke chek it out in dia hasil dari makalah yang kami buat... 

A.      Pendahuluan
MenurutKotler(1988−2000:182) tujuan penjualan adalah memenuhi dan memuaskan kebutuhan serta keinginan sasaran pelanggan. Di dalam bidang ilmu cara mengidentifikasi perilaku konsumen mempelajari cara individu, kelompok, dan organisasi dalam memilih, membeli, memakai, serta memanfaatkan barang jasa, gagasan atau pengalaman dalam rangka memuaskan kebutuhan dan hasrat membeli. Memahami perilaku pelanggan dan “mengenalpelanggan” tidak pernah sederhana. Pelanggan mungkin menyatakan kebutuhan dan keinginan mereka kepada penjual. Namun, bukan berarti mereka akan membeli kebutuhan dan keinginan mereka itu kepada penjual. Bahkan pelanggan mungkin tidak memahami motivasi mereka yang lebih dalam.Akan tetapi, pelanggan mungkin menanggapi pengaruh yang mengubah pikiran mereka pada menit-menit terakhir.
“Hal yang  paling penting adalah meramalkan kemana pelanggan bergerak dan beradadi depan penjual untuk segera bertransaksi. Hal ini di lakukan untuk memahami cara sesungguhnya pelanggan membuat keputusan pembelian. Oleh karena itu penjual harus mengidentifikasi pelanggan dengan cara memberikan masukan kepada calon pelanggan untuk segera melakukan keputusan pembelian. Penjual juga dapat menjadi pencetus, pemberi pengaruh,  pengambilan keputusan agar pelanggan segera bertransaksi. Selain itu juga harus menelaah tingkat keterlibatan pelanggan dan jumlah merek  yang tersedia untuk menentukan keterlibatan konsumen dalam perilaku pembelian yang rumit” (Kotler,1988−2000:210)
Cara yang paling efektif untuk mengidentifikasi pelanggan adalah penjual harus menginformasikan keuntungan-keuntungan yang akan diperoleh pelanggan ketika membeli produk yang ditawarkan penjual. Penjual harus mempublikasikan program-program promosi dan memberikan inovasi terhadap produk yang akan di jual. Hal tersebut akan mengarahkan seorang pelanggan untuk segera melakukan transaksi. Sampai saat ini masih banyak pelaku usaha yang sering mengalami kesulitan dalam menarik minat pelanggan sehingga sebagian besar bisnis mereka memiliki transaksi penjual yang belum stabil.Bahkan bisa di katakana lebih sering minus (rugi) karena biaya operasi onal lebih tinggi dari omzet yang didapatkan.Dengan adanya cara pengidentifikasian seperti tersebut setidak nya seorang penjual bisa menaikkan omzet penjual disbanding sebelum melakukan pengidentifikasian.

B.       Pembahasan
1.      Cara mengidentifikasi pelanggan dalam bertransaksi
Pelanggan adalah individu atau makhluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya, baik kebutuhan primer,sekunder,maupun tersier. Identifikasi pelanggan adalah suatu usaha untuk mengetahui perilaku pelanggan baik secara individu maupun sosial. Setelah melakukan identifikasi, seorang penjual dapat menarik perhatian calon pelanggan dengan cara melakukan promosi, yang diharapkan setelah melakukan promosi, pelanggan dapat melakukan pembelian produk seperti yang di tawarkan.
Untuk mengidengidentifikasi pelanggan dapat dilakukan dengan cara mengenali jenis pelanggan yang dapat membantu dalam melakukan identifikasi. Beberapa jenis pelanggan antara lain sebagai berikut:
a.        Pelanggan Internal
Pelanggan internal adalah pelanggan yang berada didalam perusahaan.
b.      Pelanggan Antara
Pelanggan antara adalah mereka yang bertindak sebagai perantara, bukan sebagai pemakai akhir produk ini.
c.       Pelanggan Eksternal
Pelanggan eksternal adalah pembeli atau pemakai akhir produk itu, sering disebut pelanggan nyata.
Salah satu hal penting dalam menentukan strategi pemasaran adalah mengetahui apa saja yang diinginkan oleh pelanggan. Mengetahui benar-benar secara riil bukan hanya berdasarkan asumsi yang dibangun oleh penjual.Dengan begitu produk yang dijual adalah benar-benar produk yang dibutuhkan pembeli, target pasar yang disasar sesuai dengan karakter produk kita. Dengan mengetahui apa yang diinginkan pembeli, orang akan membeli produk dan selanjutnya menjadi pelanggan. Jika pembeli sudah menjadi pelanggan, biaya pemasaran akan semakin murah. Untuk mengetahui keinginan calon pelanggan tersebut, harus dilakukan survey pasarsebelum launching produk. Mengetahui keinginan pelanggan merupakan langkah yang cukup rumit dan penuh ketelitian.Karena berkaitan dengan teknik pengambilan data, akurasi data dan keterampilan menganalisa data. Namun ada cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengetahui keinginan pelanggan terhadap sebuah produk. Yang intinya adalah mengetahui respon pelanggan terhadap sebuah produk yang akan dijual.
Cara untuk mengetahui keinginan pelanggan adalah dengan cara:
·           Bertanya kepada Pelanggan
Cara sederhana ini banyak dilupakan orang dalam menjual sebuah produk, penjual begitu yakin dengan asumsinya bahwa yang diinginkan adalah sesuai yang diapikirkan. Padahal belum tentu.Contoh sederhana dari ini adalah seperti tukang potong rambut yang selalu menanyakan model seperti apa yang diinginkan sebelum memangkas rambut.
·           Jadilah pelanggan dari bisnis anda sendiri
Memposisikan diri sendiri seolah-olah pemilik bisnis adalah pelanggan dari bisnisnya sendiri, memberikan pemahaman sudut pandang jika seorang pemilik bisnis adalah pelanggan, apa saja yang mereka rasakan dan apa saja yang mereka butuhkan dari produk.Dengan begitu penjual bisa menyesuaikan produk sesuai sudut pandang pelanggan.
·           Kuisioner dan survey
Cara ini merupakan cara yang popular dilakukan untuk mengetahui keinginan pelanggan. Bentuk tertulis dari kuisioner dan survey ini merupakan cara yang dilakukan dengan penyebaran kuisioner dan hasilnya di buat analisa.
·           Statistik pelanggan
Penjual bisa menganalisa apakah seorang pelanggan merasa puas terhadap produk yang di jual atau tidak dengan melihat statistic mereka.Apakah mereka terus membeli produk yang kita jual atau menggunakan produk yang kita jual hanya sekali saja.Jika mereka terus kembali dan berulang-ulang berarti produk sesuai dengan kebutuhan pelanggan, jika tidak maka perlu di pertanyakan kembali apakah produk kita memerlukan sebuah inovasi supaya di minati pelanggan.
Bagaimanapun sebuah produk di jual adalah untuk memenuhi keinginan pelanggan.Pelanggan tidak hanya mendapatkan produk yang tidak berguna, meski itu baik. Tetapi juga membeli produk  yang diperlukan, sehingga ia menjadi pelanggan yang terus menerus membeli produk yang kita jual .

2.      Kebermanfaatan mengidentifikasi pelanggan
Pemahaman terhadap perilaku pelanggan sangat bermanfaat untuk kepentingan penyusunan strategi maupun bauran pemasaran.Melalui pemahaman terhadap psikografis konsumen dan juga perilaku penggunaan, penjual dapat melakukan segmentasi berdasarkan variable tersebut.Berdasarkan sikap konsumen, pemasaran dapat menyusun strategi promosi, khususnya iklan secara tepat.Manfaat lain dari mempelajari perilaku pelanggan bagi penjual adalah memungkinkan penjual memahami dengan tepat kebutuhan dan keinginan pelanggan sehingga dapat membantunya untuk memuaskan pelanggan, menerapkan konsep pemasaran dan memperluas legitimasi kemasyarakat (sheth& Mittal, 2004).
Tujuan dari penjualan adalah untuk memuaskan pelanggan. Setelah pelanggan merasa puas, seorang penjual dapat menerima keuntungan dari pelanggan. Menciptakan kepuasan pelanggan adalah suatu hal yang terpenting dalam berbisnis karena bisnis itu tidak akan berjalan tanpa adanya pelanggan.
Kepuasan pelanggan dapat memberikan beberapa manfaat, yaitu:
»        Menciptakan hubungan yang harmonis antara penjual dan pelanggan, hubungan yang harmonis antar penjual dan peanggan akan membuat pelanggan merasa nyaman untuk menjadi pelanggan setia.
»        Peningkatan pendapatan, dengan menciptakan hubungan yang harmonis dan menciptakan komunikasi yang baik antara penjual dan pelanggan, secara otomatis akan meningkatkan pendapatan dan menambah omzet penjualan
»        Memberikan hasil yang baik untuk terciptanya loyalitas pelanggan, memungkinkanpenjualuntukmemanfaatkaninformasidarisemuatitikkontakdenganpelanggan.Denganadanyakonsistensidankemudahandalammengaksesdanmenerimainformasi untuk berkomunikasi antara penjual dan pembeli, makabagian penjualandanpelayananakandapatmemberikanlayanan yang lebihbaiklagikepadapelanggandenganmemanfaatkanberbagaiinformasipentingmengenaipelanggantersebut.
»        Memberikan informasi kepada orang lain karena merasa puas setelah membeli suatu produk.Memberikaninformasidan proses yang diperlukanterhadap orang lain untukmengetahui keinginan mereka, memahami dan mengidentifikasi kebutuhan mereka dan efektif membangun hubungan antara penjual dan mitra distribusi.

3.   3.    Kendala mengidentifikasi pelanggan
Kendala yang dihadapi penjual dalam  mengidentifikasi pelanggan adalah ketika seorang pelanggan tidak termotivasi untuk membeli produk barang atau jasa yang ditawarkan penjual atau bahkan seorang pelanggan mengubah pemikiran mereka pada menit-menit terakhir sebelum melakukan transaksi.
Dari sisi penjual mungkin penjual kurang begitu memberikan inovasi dalam mempromosikan barang yang ditawarkan sehingga seorang pelanggan kurang begitu tertarik untuk melihat barang yang dijual. Kesulitan yang sering penjual hadapi biasanya menemukan ide dalam memotivasi pelanggan.
Dalam hal mengidentifikasi calon pelanggan, seorang penjual harus mengenal kepribadian pelanggan. Menurut Richard (2008:202) kepribadian dibagi menjadi 2 yaitu kepribadian Introvert dan Ekstrovert, ciri kepribadian Introvert yang harus diketahui penjual yaitu pelanggan yang pemalu atau pendiam, rajin, dan suka memendam apa yang dirasakannya. Dalam menghadapi pelanggan introvert, diperlukan penjual yang cakap ketika menjelaskan informasi tentang produk, karena pelanggan tersebut sangat analitis. Tetapi pelanggan introvert ini adalah tipe-tipe pelanggan yang sensitive ketika menghadapi penjual yang suka mengikuti gerak-gerik mereka ketika ingin melihat-lihat sesuatu barang yang dijual.Sehingga para penjual yang datang kepada pelanggan introvert haruslah benar-benar dapat memahami kemauan pelanggan tersebut.Richard mengatakan kepribadian Ekstrovert memiliki ciri yaitu apabila pelanggan introvert pendiam dan cenderung pemalu, maka sebaliknya dengan pelanggan ekstrovert. Pelanggan ekstrovert ini bisa juga disebut dengan pelanggan yang cenderung suka berbicara, mereka juga mudah menanggapi penjual ketika menawari barang yang dijualnya yang berbalik dengan sifat pelanggan introvert yang tidak menanggapi penjual ketika menawarkan barang yang dijualnya.Kebanyakan orang memiliki sifat dari kedua jenis kepribadian extrovert atau introvert tetapi yang terpenting bagi seorang penjual adalah mengetahui sifat calon pembeli termasuk golongan introvert atau ekstrovert.
Membentuk kepribadian pelanggan merupakan kombinasi unik dari berbagai faktor, tidak ada pelanggan yang betul-betul sama. Walaupun demikian, banyak pelanggan yang mungkin mirip dari sudut satu karakteristik pribadi tetapi tidak dari sudut karakteristik pribadi lainnya. Sifat-sifat tersebut mempengaruhi cara pelanggan  merespon usaha promosi para penjual dan kapan, dimana, dan bagaimana mereka menkonsumsi jasa tertentu. Walaupun para penjual tidak dapat mengubah kepribadian pelanggan supaya sesuai dengan produk yang dijual, penjual harus mengetahui karakteristik kepribadian yang dapat mempengaruhi respon khusus yang diberikan oleh penjual kepada konsumen sehingga dapat menarik perhatian melalui sifat-sifat relevan yang melekat pada kelompok pelanggan yang menjadi target penjualan.
Ada 2 faktor kendala sebelum terjadinya pembelian :
·         Factor sikap orang lain , sejauh mana sikap orang laim memengaruhi alternative yang di sukai seseorang akan bergantung pada 2 hal :
1. intensitas sikap negative orang lain terhadap alternative yang di sukai

     pelanggan.

2.  motivasi pelanggan untuk menuruti keinginan orang lain.
            Semakin gencar sikap negative orang lain dan semakin dekat orang tersebut dengan pelanggan , semakin besar pelanggan akan mengubah niat membelinya. Keadaan sebaliknya juga berlaku : preferensi seorang pelanggan terhadap suatu merk akan meningkat jika seorang yang ia sukaijuga sangat menyukai merk yang sama. Pengaruh orang lain akan menjadi rumit saat beberapa orang yang dekat dengan pelanggan memiliki pendapat yang berlawanan dan pelanggan ingin menyenangkan mereka semua.
·         Factor situasi yang tidak terantisipasi, yang dapat muncul dan mengubah niat pelanggan, jadi preferensi dan bahkan niat pembelian bukanlah peramal perilaku pembelian yang benar- benar handal.
Menurut Philip Kotler (1997:36) Kepuasan pelanggan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja (hasil) suatu produk dengan harapannya.Pelanggan merasa puas kalau harapan mereka terpenuhi, dan merasa amat gembira kalau harapan mereka terlampaui.Pelanggan yang puas cenderung tetap loyal lebih lama, membeli lebih banyak, kurang peka terhadap perubahan harga dan pembicaraannya menguntungkan perusahaan. Jika hal tersebut tidak di rasakan oleh seorang pelanggan maka pelanggan akan merasa kecawa dan tidak akan merasa tertarik membeli barang yang di di tawarkan oleh penjual.

C.       Penutup
Di dalam pengidentifikasian pelanggan dalam bertransaksi dapat dilakukan dengan cara mengenali jenis pelanggan yang dapat membantu dalam melakukan identifikasi. Salah satu hal penting dalam menentukan strategi pemasaran adalah mengetahui apa saja yang diinginkan oleh pelanggan. Selain itu pemahaman terhadap perilaku pelanggan sangat bermanfaat untuk kepentingan penyusunan strategi maupun bauran pemasaran.
Pada saat mengidentifikasi pelanggan dalam bertransaksi, penjual juga menghadapi kendala-kendala yaitu ketika seorang pelanggan tidak termotivasi untuk membeli produk barang atau jasa yang ditawarkan penjual atau bahkan seorang pelanggan mengubah pemikiran mereka pada menit-menit terakhir sebelum melakukan transaksi.

Saran
            Mungkin inilah yang di wacanakan pada penulisan kelompok ini meskipun penulisan ini jauh dari sempurna, minimal kita mengimplementasikan tulisan ini.Masih banyak kesalahan dari penulisan kelompok kami, karena kami manusia tempat salah dan dosa: dalam hadits “al insanuminalkhotto’ wannisa’, dan kami juga butuh saran/ kritikan agar bisa menjadi motivasi untuk masadepan yang lebihbaik dari pada masa sebelumnya. Kami juga mengucapkan terimakasih atas dosen pembimbing matakuliah Bahasa Indonesia Keilmuan IbuNovi EkaSusilowati S.Pd yang telah memberi kami tugas kelompok demi kebaikan diri kita sendiri dan untuk Negara dan bangsa.


Daftar pustaka
Kotler,Philip.(2000).manajemen pemasaran.jakarta:PT indeks.
www.wikepedia.com


read more
0 komentar

KETERAMPILAN MEMBERIKAN PENGUATAN PENGERTIAN


PENGERTIAN
·          Segala bentuk respon, apakah bersifat verbal ataupun nonverbal, merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa, bertujuan memberikan informasi atau umpan balik (feedback) bagi penerima (siswa) atas perbuatannya sebagai suatu dorongan ataupun koreksi.
·         Atau, Respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut. Tindakan tersebut dimaksudkan untuk mengganjar atau membesarkan hati siswa agar mereka lebih giat berpartisipasi dalam interaksi pembelajaran.
Contoh:
Guru         : “Coba kalian sebutkan salah satu sifat udara!”
  “Ya, coba kamu, Dzulfikar!” (sambil menunjuk)
Siswa        : “Udara mempunyai bentuk seperti wadahnya, Bu!”
Guru         : “Bagus, itu jawaban yang tepat. Bapak/Ibu senang
   mempunyai siswa yang dapat menjawab dengan baik
   seperti kamu”.
TUJUAN
Penguatan mempunyai pengaruh berupa sikap positif terhadap proses belajar siswa dan bertujuan untuk: (i) meningkatkan perhatian siswa terhadap pelajaran, (ii) merangsang dan meningkatkan motivasi belajar siswa, dan (iii) meningkatkan kegiatan belajar dan membina tingkah laku siswa yang produktif
JENIS-JENIS PENGUATAN
Penguatan Verbal
  Biasanya diungkapkan atau diutarakan dengan kata-kata pujian, penghargaan, persetujuan, dan sebagainya. Misalnya, bagus, bagus sekali, betul, pintar, ya, seratus buat kamu!

Penguatan Nonverbal
  Penguatan dengan gerak isyarat. Misalnya: anggukan atau gelengan kepala, senyum, kerut kening, acungan jempol, wajah mendung, wajah ceria, sorot mata yang sejuk bersahabat atau tajam memandang.
  Penguatan dengan cara mendekati siswa. Misalnya: guru mendekati siswa untuk menyatakan perhatian dan kesenangannya terhadap pelajaran, tingkah laku, atau penampilan siswa. Misalnya: guru berdiri di samping siswa, berjalan menuju siswa, duduk dekat seorang atau sekelompok siswa, atau berjalan di sisi siswa. Penguatan ini berfungsi menambah penguatan verbal.
  Penguatan dengan sentuhan (contact). Misalnya, guru dapat menya-takan persetujuan dan penghargaan terhadap usaha dan penampil-an siswa dengan cara menepuk-nepuk bahu atau pundak siswa, berjabat tangan, mengangkat tangan siswa yang menang dalam pertandingan. Perlu diperhatikan bahwa penggunaan penguatan dengan cara ini harus mempertimbangkan faktor usia, jenis kelamin, dan latar belakang kebudayaan siswa setempat.
  Penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan. Guru dapat menggunakan kegiatan-kegiatan atau tugas-tugas yang disenangi siswa sebagai penguatan. Misalnya, seorang siswa yang menunjuk-kan kemajuan dalam pelajaran musik ditunjuk sebagai pemimpin paduan suara di sekolah.
  Penguatan berupa simbol atau benda. Penguatan jenis ini dilakukan dengan cara menggunakan berbagai simbol berupa benda seperti kartu bergambar, bintang plastik, lencana, ataupun komentar tertulis pada buku siswa. Tetapi perlu dicatat bahwa penguatan dengan cara seperti ini jangan terlalu sering digunakan agar tidak terjadi kebiasaan siswa mengharap sesuatu sebagai imbalan.
  Jika siswa memberikan jawaban yang hanya sebagian saja yang benar, guru hendaknya tidak langsung menyalahkan siswa. Dalam keadaan seperti ini guru sebaiknya memberikan penguatan tak penuh (partial). Misalnya, bila seorang siswa hanya memberikan jawaban sebagian saja yang benar, sebaiknya guru menyatakan, “Ya, jawabanmu sudah baik, tetapi masih perlu disempurnakan”, sehingga siswa tersebut mengetahui bahwa jawabannya tidak seluruhnya salah, dan ia mendapat dorongan untuk menyempurnakannya.PRINSIP PENGGUNAAN
Kehangatan dan Keantusiasan
 Sikap dan gaya guru, termasuk suara, mimik, dan gerak badan, akan menunjukkan adanya kehangatan dan keantusiasan dalam memberikan penguatan. Dengan demikian, tidak terjadi kesan bahwa guru tidak ikhlas dalam memberikan penguatan karena tidak disertai kehangatan dan keantusiasan.
Kebermaknaan
Penguatan hendaknya diberikan sesuai dengan tingkah laku dan penampilan siswa, sehingga siswa mengerti dan yakin bahwa ia patut diberi penguatan. Dengan demikian, penguatan itu bermakna baginya, jangan sampai terjadi sebaliknya.
Menghindari Penggunaan Respon Negatif
 Walaupun teguran dan hukuman masih bisa digunakan, respon negatif yang diberikan guru berupa komentar, bercanda dan nada menghina, ejekan yang kasar, perlu dihindari, karena akan mema-tahkan atau mengurangi semangat siswa untuk mengembangkan dirinya. Misalnya, jika seorang siswa tidak dapat memberikan jawaban yang diharapkan, guru jangan langsung menyalahkan siswa, jika jawaban siswa tidak benar, tetapi bisa melontarkan pertanyaan yang sama kepada siswa lain.
CARA PENGGUNAAN
Penguatan kepada Siswa Tertentu
  Penguatan harus jelas, kepada siapa ditujukan. Sebab bila tidak jelas akan kurang efektif. Oleh karena itu, sebelum memberikan penguatan, guru terlebih dahulu menyebut nama siswa yang bersangkutan sambil menatap kepadanya.
Penguatan Kelompok
  Penguatan dapat diberikan kepada sekelompok siswa, misalnya, apabila satu tugas telah diselesaikan dengan baik oleh satu kelas, guru membolehkan kelas itu untuk bermain bola voli yang menjadi kegemarannya.
Pemberian Penguatan dengan Segera
  Penguatan seharusnya diberikan segera setelah muncul tingkah laku atau respon siswa yang diharapkan. Penguatan yang ditunda pemberiannya cenderung kurang efektif.

Variasi dalam Penggunaan
  Jenis atau macam penguatan yang digunakan hendaknya bervariasi, tidak terbatas pada satu jenis saja, karena hal itu akan menimbulkan kebosanan dan cenderung kurang efektif.

PENERAPAN DALAM MICRO TEACHING
  Siapkan satu pelajaran singkat antara 10—15 menit mengenai suatu pokok bahasan tertentu.
  Konsultasikan dengan fasilitator bila ada yang perlu diperbaiki.
  Sajikanlah pada sekelompok mahasiswa teman Anda yang Anda perlakukan sebagai siswa.
  Berikanlah penguatan sesuai dengan tingkah laku dan penampilan atau respon siswa tersebut dengan berbagai jenis penguatan.
  Perlu Anda ketahui bahwa pembelajaran yang Anda lakukan bukanlah simulasi, melainkan pembelajaran sebenarnya dalam bentuk kecil (micro).
read more
0 komentar

download file

formulir pendaftaran S2 brawijaya klik di sini
read more
0 komentar

keterampilan memberi motivasi

-->
Pada hakekatnya hampir semua orang ingin dihargai.Hal ini menunjukkan bahwa memperoleh penghargaan merupakan salah satu tuntutan setiap orang dalam hidupnya sehari-hari. Karena itu jika seseorang membutuhkan penghargaan yang lebih akan mendorong dirinya untuk memperbaiki tingkah laku dan mening katkan cara kerjanya.
Dalam proses pembelajaran penghargaan juga mempunyai arti yang penting. Karena dengan penghargaan memberikan penguatan atas tingkah laku positif peserta didik. Dan akan mendorong dirinya untuk mengambil inisiatif serta bersemangat dalam belajar.Untuk itu menerapkan keterampilan memberikan penguatan secara sistematis berdasarkan cara dan prinsip yang tepat akan meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
1. Pengertian
Keterampilan memberi penguatan adalah respon yang positif terhadap tingkah laku peserta didik yang memungkinkan terulangnya kembali tingkah laku tersebut
2. Tujuan
Memberi penguatan terhadap tingkah laku positif peserta didik selama proses pembelajaran bertujuan:
a. Meningkatkan perhatian peserta didik.
b. Memudahkan peserta didik selama proses pembelajaran.
c. Membangkitkan dan memelihara motivasi.
d. Mengendalikan dan mengubah tingkah laku belajar yang negatif kearah tingkah laku belajar yang produktif.
e. Mengatur dan mengembangkan diri sendiri dalam mengajar.
f. Mengarahkan cara berpikir tingkat tinggi.
3. Prinsip Penggunaan Keterampilan Memberi Penguatan
a. Kehangatan dan Keantusiasan
Dalam memberikan penguatan hendaknya menunjukkan kehangatan dan keantusiasan secara efektif baik suara, mimik maupun gerakan badan.
b. Makna
Bila guru mengatakan kepada seorang peserta didik, “karangan anda sangat baik”, padahal karangan tersebut bukan hasil karyanya, maka penguatan yang diberikan tidak bermakna bagi peserta didik.Sebaiknya kepada peserta didik itu guru mengatakan, ” karangan akan lebih baik jika anda berusaha sendiri”. Dengan cara ini penguatan yang diberikan wajar dan bermakna bagi peserta didik yang bersangkuatan.
c. Hindakan Pemberian Respon Yang Negatif;
Respon negatif seperti komentar yang bernada menghina, ejekan kata-kata kasar, sindirian dan sebagainya, perlu dihindari karena akan mematahkan semangat peserta didik dalam mengembangkan dirinya.
4. Komponen Keterampilan Memberi Penguatan
a. Penguatan verbal, seperti: bagus, benar, tepat; pekerjaan anda baik sekali, saya gembira dengan hasil pekerjaan anda dan sebagainya.
b. Penguatan dengan mimik dan gerakan badan, seperti: senyuman, anggukan, acungan jempol, tepuk tangan. Hal ini dapat diikuti dengan penguatan verbal.
c. Penguatan dengan cara mendekati, seperti: berdiri di samping peserta didik, berjalan menuju kearah peserta didik, duduk dekat peserta didik/kelompok dan sebaginya. Hal ini dapat dibarengi dengan penguatan verbal.
d. Penguatan dengan sentuhan.
Guru dapat menyatakan persetujuan dan penghargaan terhadap peserta didik atas usaha dan penampilannya dengan cara menepuk pundak, menjabat tangan atau mengangkat tangan peserta didik yang berprestasi di kelas. Penggunaan penguatan ini harus bijaksanan artinya dipertimbangakan umur, jenis kelamin dan latar kebudayaan setempat (umpamnnya mengelus-elus rambut ).
e. Penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan
Kegiatan atau tugas yang menyenangkan dapat dipakai sebagai penguatan.Misal: peserta didik yang dapat menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu dan baik dapat diberi tugas untuk membantu temannya yang kesulitan dan sebagainya.
f. Penguatan berupa simbol atau benda seperti: komentar tertulis pada buku peserta didik, kartu bergambar, bintang, lencana dan lainnya asal tidak terlalu mahal tapi bermakna simbolis.

Pada hakekatnya hampir semua orang ingin dihargai.Hal ini menunjukkan bahwa memperoleh penghargaan merupakan salah satu tuntutan setiap orang dalam hidupnya sehari-hari. Karena itu jika seseorang membutuhkan penghargaan yang lebih akan mendorong dirinya untuk memperbaiki tingkah laku dan mening katkan cara kerjanya.
Dalam proses pembelajaran penghargaan juga mempunyai arti yang penting. Karena dengan penghargaan memberikan penguatan atas tingkah laku positif peserta didik. Dan akan mendorong dirinya untuk mengambil inisiatif serta bersemangat dalam belajar.Untuk itu menerapkan keterampilan memberikan penguatan secara sistematis berdasarkan cara dan prinsip yang tepat akan meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
1. Pengertian
Keterampilan memberi penguatan adalah respon yang positif terhadap tingkah laku peserta didik yang memungkinkan terulangnya kembali tingkah laku tersebut
2. Tujuan
Memberi penguatan terhadap tingkah laku positif peserta didik selama proses pembelajaran bertujuan:
a. Meningkatkan perhatian peserta didik.
b. Memudahkan peserta didik selama proses pembelajaran.
c. Membangkitkan dan memelihara motivasi.
d. Mengendalikan dan mengubah tingkah laku belajar yang negatif kearah tingkah laku belajar yang produktif.
e. Mengatur dan mengembangkan diri sendiri dalam mengajar.
f. Mengarahkan cara berpikir tingkat tinggi.
3. Prinsip Penggunaan Keterampilan Memberi Penguatan
a. Kehangatan dan Keantusiasan
Dalam memberikan penguatan hendaknya menunjukkan kehangatan dan keantusiasan secara efektif baik suara, mimik maupun gerakan badan.
b. Makna
Bila guru mengatakan kepada seorang peserta didik, “karangan anda sangat baik”, padahal karangan tersebut bukan hasil karyanya, maka penguatan yang diberikan tidak bermakna bagi peserta didik.Sebaiknya kepada peserta didik itu guru mengatakan, ” karangan akan lebih baik jika anda berusaha sendiri”. Dengan cara ini penguatan yang diberikan wajar dan bermakna bagi peserta didik yang bersangkuatan.
c. Hindakan Pemberian Respon Yang Negatif;
Respon negatif seperti komentar yang bernada menghina, ejekan kata-kata kasar, sindirian dan sebagainya, perlu dihindari karena akan mematahkan semangat peserta didik dalam mengembangkan dirinya.
4. Komponen Keterampilan Memberi Penguatan
a. Penguatan verbal, seperti: bagus, benar, tepat; pekerjaan anda baik sekali, saya gembira dengan hasil pekerjaan anda dan sebagainya.
b. Penguatan dengan mimik dan gerakan badan, seperti: senyuman, anggukan, acungan jempol, tepuk tangan. Hal ini dapat diikuti dengan penguatan verbal.
c. Penguatan dengan cara mendekati, seperti: berdiri di samping peserta didik, berjalan menuju kearah peserta didik, duduk dekat peserta didik/kelompok dan sebaginya. Hal ini dapat dibarengi dengan penguatan verbal.
d. Penguatan dengan sentuhan.
Guru dapat menyatakan persetujuan dan penghargaan terhadap peserta didik atas usaha dan penampilannya dengan cara menepuk pundak, menjabat tangan atau mengangkat tangan peserta didik yang berprestasi di kelas. Penggunaan penguatan ini harus bijaksanan artinya dipertimbangakan umur, jenis kelamin dan latar kebudayaan setempat (umpamnnya mengelus-elus rambut ).
e. Penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan
Kegiatan atau tugas yang menyenangkan dapat dipakai sebagai penguatan.Misal: peserta didik yang dapat menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu dan baik dapat diberi tugas untuk membantu temannya yang kesulitan dan sebagainya.
f. Penguatan berupa simbol atau benda seperti: komentar tertulis pada buku peserta didik, kartu bergambar, bintang, lencana dan lainnya asal tidak terlalu mahal tapi bermakna simbolis.

      Pada hakekatnya hampir semua orang ingin dihargai.Hal ini menunjukkan bahwa memperoleh penghargaan merupakan salah satu tuntutan setiap orang dalam hidupnya sehari-hari. Karena itu jika seseorang membutuhkan penghargaan yang lebih akan mendorong dirinya untuk memperbaiki tingkah laku dan mening katkan cara kerjanya.
Dalam proses pembelajaran penghargaan juga mempunyai arti yang penting. Karena dengan penghargaan memberikan penguatan atas tingkah laku positif peserta didik. Dan akan mendorong dirinya untuk mengambil inisiatif serta bersemangat dalam belajar.Untuk itu menerapkan keterampilan memberikan penguatan secara sistematis berdasarkan cara dan prinsip yang tepat akan meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
1. Pengertian
Keterampilan memberi penguatan adalah respon yang positif terhadap tingkah laku peserta didik yang memungkinkan terulangnya kembali tingkah laku tersebut
2. Tujuan
Memberi penguatan terhadap tingkah laku positif peserta didik selama proses pembelajaran bertujuan:
a. Meningkatkan perhatian peserta didik.
b. Memudahkan peserta didik selama proses pembelajaran.
c. Membangkitkan dan memelihara motivasi.
d. Mengendalikan dan mengubah tingkah laku belajar yang negatif kearah tingkah laku belajar yang produktif.
e. Mengatur dan mengembangkan diri sendiri dalam mengajar.
f. Mengarahkan cara berpikir tingkat tinggi.
3. Prinsip Penggunaan Keterampilan Memberi Penguatan
a. Kehangatan dan Keantusiasan
Dalam memberikan penguatan hendaknya menunjukkan kehangatan dan keantusiasan secara efektif baik suara, mimik maupun gerakan badan.
b. Makna
Bila guru mengatakan kepada seorang peserta didik, “karangan anda sangat baik”, padahal karangan tersebut bukan hasil karyanya, maka penguatan yang diberikan tidak bermakna bagi peserta didik.Sebaiknya kepada peserta didik itu guru mengatakan, ” karangan akan lebih baik jika anda berusaha sendiri”. Dengan cara ini penguatan yang diberikan wajar dan bermakna bagi peserta didik yang bersangkuatan.
c. Hindakan Pemberian Respon Yang Negatif;
Respon negatif seperti komentar yang bernada menghina, ejekan kata-kata kasar, sindirian dan sebagainya, perlu dihindari karena akan mematahkan semangat peserta didik dalam mengembangkan dirinya.
4. Komponen Keterampilan Memberi Penguatan
a. Penguatan verbal, seperti: bagus, benar, tepat; pekerjaan anda baik sekali, saya gembira dengan hasil pekerjaan anda dan sebagainya.
b. Penguatan dengan mimik dan gerakan badan, seperti: senyuman, anggukan, acungan jempol, tepuk tangan. Hal ini dapat diikuti dengan penguatan verbal.
c. Penguatan dengan cara mendekati, seperti: berdiri di samping peserta didik, berjalan menuju kearah peserta didik, duduk dekat peserta didik/kelompok dan sebaginya. Hal ini dapat dibarengi dengan penguatan verbal.
d. Penguatan dengan sentuhan.
Guru dapat menyatakan persetujuan dan penghargaan terhadap peserta didik atas usaha dan penampilannya dengan cara menepuk pundak, menjabat tangan atau mengangkat tangan peserta didik yang berprestasi di kelas. Penggunaan penguatan ini harus bijaksanan artinya dipertimbangakan umur, jenis kelamin dan latar kebudayaan setempat (umpamnnya mengelus-elus rambut ).
e. Penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan
Kegiatan atau tugas yang menyenangkan dapat dipakai sebagai penguatan.Misal: peserta didik yang dapat menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu dan baik dapat diberi tugas untuk membantu temannya yang kesulitan dan sebagainya.
f. Penguatan berupa simbol atau benda seperti: komentar tertulis pada buku peserta didik, kartu bergambar, bintang, lencana dan lainnya asal tidak terlalu mahal tapi bermakna simbolis.


read more