Pada hakekatnya hampir semua orang ingin dihargai.Hal ini
menunjukkan bahwa memperoleh penghargaan merupakan salah satu tuntutan setiap
orang dalam hidupnya sehari-hari. Karena itu jika seseorang membutuhkan
penghargaan yang lebih akan mendorong dirinya untuk memperbaiki tingkah laku
dan mening katkan cara kerjanya.
Dalam proses pembelajaran penghargaan juga mempunyai arti yang
penting. Karena dengan penghargaan memberikan penguatan atas tingkah laku
positif peserta didik. Dan akan mendorong dirinya untuk mengambil inisiatif
serta bersemangat dalam belajar.Untuk itu menerapkan keterampilan memberikan
penguatan secara sistematis berdasarkan cara dan prinsip yang tepat akan
meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
Keterampilan memberi penguatan adalah respon yang positif terhadap
tingkah laku peserta didik yang memungkinkan terulangnya kembali tingkah laku
tersebut
2. Tujuan
Memberi penguatan terhadap tingkah laku positif peserta didik
selama proses pembelajaran bertujuan:
a. Meningkatkan perhatian peserta didik.
b. Memudahkan peserta didik selama proses pembelajaran.
c. Membangkitkan dan memelihara motivasi.
d. Mengendalikan dan mengubah tingkah laku belajar yang negatif
kearah tingkah laku belajar yang produktif.
e. Mengatur dan mengembangkan diri sendiri dalam mengajar.
f. Mengarahkan cara berpikir tingkat tinggi.
3. Prinsip Penggunaan Keterampilan Memberi Penguatan
a. Kehangatan dan Keantusiasan
Dalam memberikan penguatan hendaknya menunjukkan kehangatan dan
keantusiasan secara efektif baik suara, mimik maupun gerakan badan.
b. Makna
Bila guru mengatakan kepada seorang peserta didik, “karangan anda
sangat baik”, padahal karangan tersebut bukan hasil karyanya, maka penguatan
yang diberikan tidak bermakna bagi peserta didik.Sebaiknya kepada peserta didik
itu guru mengatakan, ” karangan akan lebih baik jika anda berusaha sendiri”.
Dengan cara ini penguatan yang diberikan wajar dan bermakna bagi peserta didik
yang bersangkuatan.
c. Hindakan Pemberian Respon Yang Negatif;
Respon negatif seperti komentar yang bernada menghina, ejekan
kata-kata kasar, sindirian dan sebagainya, perlu dihindari karena akan
mematahkan semangat peserta didik dalam mengembangkan dirinya.
4. Komponen Keterampilan Memberi Penguatan
a. Penguatan verbal, seperti: bagus, benar, tepat; pekerjaan anda
baik sekali, saya gembira dengan hasil pekerjaan anda dan sebagainya.
b. Penguatan dengan mimik dan gerakan badan, seperti: senyuman,
anggukan, acungan jempol, tepuk tangan. Hal ini dapat diikuti dengan penguatan
verbal.
c. Penguatan dengan cara mendekati, seperti: berdiri di samping
peserta didik, berjalan menuju kearah peserta didik, duduk dekat peserta
didik/kelompok dan sebaginya. Hal ini dapat dibarengi dengan penguatan verbal.
d. Penguatan dengan sentuhan.
Guru dapat menyatakan persetujuan dan penghargaan terhadap peserta
didik atas usaha dan penampilannya dengan cara menepuk pundak, menjabat tangan
atau mengangkat tangan peserta didik yang berprestasi di kelas. Penggunaan
penguatan ini harus bijaksanan artinya dipertimbangakan umur, jenis kelamin dan
latar kebudayaan setempat (umpamnnya mengelus-elus rambut ).
e. Penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan
Kegiatan atau tugas yang menyenangkan dapat dipakai sebagai
penguatan.Misal: peserta didik yang dapat menyelesaikan tugasnya terlebih
dahulu dan baik dapat diberi tugas untuk membantu temannya yang kesulitan dan
sebagainya.
f. Penguatan berupa simbol atau benda seperti: komentar tertulis
pada buku peserta didik, kartu bergambar, bintang, lencana dan lainnya asal
tidak terlalu mahal tapi bermakna simbolis.
Pada hakekatnya hampir semua orang ingin dihargai.Hal ini
menunjukkan bahwa memperoleh penghargaan merupakan salah satu tuntutan setiap
orang dalam hidupnya sehari-hari. Karena itu jika seseorang membutuhkan
penghargaan yang lebih akan mendorong dirinya untuk memperbaiki tingkah laku
dan mening katkan cara kerjanya.
Dalam proses pembelajaran penghargaan juga mempunyai arti yang
penting. Karena dengan penghargaan memberikan penguatan atas tingkah laku
positif peserta didik. Dan akan mendorong dirinya untuk mengambil inisiatif
serta bersemangat dalam belajar.Untuk itu menerapkan keterampilan memberikan
penguatan secara sistematis berdasarkan cara dan prinsip yang tepat akan
meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
Keterampilan memberi penguatan adalah respon yang positif terhadap
tingkah laku peserta didik yang memungkinkan terulangnya kembali tingkah laku
tersebut
2. Tujuan
Memberi penguatan terhadap tingkah laku positif peserta didik
selama proses pembelajaran bertujuan:
a. Meningkatkan perhatian peserta didik.
b. Memudahkan peserta didik selama proses pembelajaran.
c. Membangkitkan dan memelihara motivasi.
d. Mengendalikan dan mengubah tingkah laku belajar yang negatif
kearah tingkah laku belajar yang produktif.
e. Mengatur dan mengembangkan diri sendiri dalam mengajar.
f. Mengarahkan cara berpikir tingkat tinggi.
3. Prinsip Penggunaan Keterampilan Memberi Penguatan
a. Kehangatan dan Keantusiasan
Dalam memberikan penguatan hendaknya menunjukkan kehangatan dan
keantusiasan secara efektif baik suara, mimik maupun gerakan badan.
b. Makna
Bila guru mengatakan kepada seorang peserta didik, “karangan anda
sangat baik”, padahal karangan tersebut bukan hasil karyanya, maka penguatan
yang diberikan tidak bermakna bagi peserta didik.Sebaiknya kepada peserta didik
itu guru mengatakan, ” karangan akan lebih baik jika anda berusaha sendiri”.
Dengan cara ini penguatan yang diberikan wajar dan bermakna bagi peserta didik
yang bersangkuatan.
c. Hindakan Pemberian Respon Yang Negatif;
Respon negatif seperti komentar yang bernada menghina, ejekan
kata-kata kasar, sindirian dan sebagainya, perlu dihindari karena akan
mematahkan semangat peserta didik dalam mengembangkan dirinya.
4. Komponen Keterampilan Memberi Penguatan
a. Penguatan verbal, seperti: bagus, benar, tepat; pekerjaan anda
baik sekali, saya gembira dengan hasil pekerjaan anda dan sebagainya.
b. Penguatan dengan mimik dan gerakan badan, seperti: senyuman,
anggukan, acungan jempol, tepuk tangan. Hal ini dapat diikuti dengan penguatan
verbal.
c. Penguatan dengan cara mendekati, seperti: berdiri di samping
peserta didik, berjalan menuju kearah peserta didik, duduk dekat peserta
didik/kelompok dan sebaginya. Hal ini dapat dibarengi dengan penguatan verbal.
d. Penguatan dengan sentuhan.
Guru dapat menyatakan persetujuan dan penghargaan terhadap peserta
didik atas usaha dan penampilannya dengan cara menepuk pundak, menjabat tangan
atau mengangkat tangan peserta didik yang berprestasi di kelas. Penggunaan
penguatan ini harus bijaksanan artinya dipertimbangakan umur, jenis kelamin dan
latar kebudayaan setempat (umpamnnya mengelus-elus rambut ).
e. Penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan
Kegiatan atau tugas yang menyenangkan dapat dipakai sebagai
penguatan.Misal: peserta didik yang dapat menyelesaikan tugasnya terlebih
dahulu dan baik dapat diberi tugas untuk membantu temannya yang kesulitan dan
sebagainya.
f. Penguatan berupa simbol atau benda seperti: komentar tertulis
pada buku peserta didik, kartu bergambar, bintang, lencana dan lainnya asal
tidak terlalu mahal tapi bermakna simbolis.
Pada hakekatnya hampir semua orang ingin dihargai.Hal ini
menunjukkan bahwa memperoleh penghargaan merupakan salah satu tuntutan setiap
orang dalam hidupnya sehari-hari. Karena itu jika seseorang membutuhkan
penghargaan yang lebih akan mendorong dirinya untuk memperbaiki tingkah laku
dan mening katkan cara kerjanya.
Dalam proses pembelajaran penghargaan juga mempunyai arti yang
penting. Karena dengan penghargaan memberikan penguatan atas tingkah laku
positif peserta didik. Dan akan mendorong dirinya untuk mengambil inisiatif
serta bersemangat dalam belajar.Untuk itu menerapkan keterampilan memberikan
penguatan secara sistematis berdasarkan cara dan prinsip yang tepat akan
meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
Keterampilan memberi penguatan adalah respon yang positif terhadap
tingkah laku peserta didik yang memungkinkan terulangnya kembali tingkah laku
tersebut
2. Tujuan
Memberi penguatan terhadap tingkah laku positif peserta didik
selama proses pembelajaran bertujuan:
a. Meningkatkan perhatian peserta didik.
b. Memudahkan peserta didik selama proses pembelajaran.
c. Membangkitkan dan memelihara motivasi.
d. Mengendalikan dan mengubah tingkah laku belajar yang negatif
kearah tingkah laku belajar yang produktif.
e. Mengatur dan mengembangkan diri sendiri dalam mengajar.
f. Mengarahkan cara berpikir tingkat tinggi.
3. Prinsip Penggunaan Keterampilan Memberi Penguatan
a. Kehangatan dan Keantusiasan
Dalam memberikan penguatan hendaknya menunjukkan kehangatan dan
keantusiasan secara efektif baik suara, mimik maupun gerakan badan.
b. Makna
Bila guru mengatakan kepada seorang peserta didik, “karangan anda
sangat baik”, padahal karangan tersebut bukan hasil karyanya, maka penguatan
yang diberikan tidak bermakna bagi peserta didik.Sebaiknya kepada peserta didik
itu guru mengatakan, ” karangan akan lebih baik jika anda berusaha sendiri”.
Dengan cara ini penguatan yang diberikan wajar dan bermakna bagi peserta didik
yang bersangkuatan.
c. Hindakan Pemberian Respon Yang Negatif;
Respon negatif seperti komentar yang bernada menghina, ejekan
kata-kata kasar, sindirian dan sebagainya, perlu dihindari karena akan
mematahkan semangat peserta didik dalam mengembangkan dirinya.
4. Komponen Keterampilan Memberi Penguatan
a. Penguatan verbal, seperti: bagus, benar, tepat; pekerjaan anda
baik sekali, saya gembira dengan hasil pekerjaan anda dan sebagainya.
b. Penguatan dengan mimik dan gerakan badan, seperti: senyuman,
anggukan, acungan jempol, tepuk tangan. Hal ini dapat diikuti dengan penguatan
verbal.
c. Penguatan dengan cara mendekati, seperti: berdiri di samping
peserta didik, berjalan menuju kearah peserta didik, duduk dekat peserta
didik/kelompok dan sebaginya. Hal ini dapat dibarengi dengan penguatan verbal.
d. Penguatan dengan sentuhan.
Guru dapat menyatakan persetujuan dan penghargaan terhadap peserta
didik atas usaha dan penampilannya dengan cara menepuk pundak, menjabat tangan
atau mengangkat tangan peserta didik yang berprestasi di kelas. Penggunaan
penguatan ini harus bijaksanan artinya dipertimbangakan umur, jenis kelamin dan
latar kebudayaan setempat (umpamnnya mengelus-elus rambut ).
e. Penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan
Kegiatan atau tugas yang menyenangkan dapat dipakai sebagai
penguatan.Misal: peserta didik yang dapat menyelesaikan tugasnya terlebih
dahulu dan baik dapat diberi tugas untuk membantu temannya yang kesulitan dan
sebagainya.
f. Penguatan berupa simbol atau benda seperti: komentar tertulis
pada buku peserta didik, kartu bergambar, bintang, lencana dan lainnya asal
tidak terlalu mahal tapi bermakna simbolis.







0 komentar:
Posting Komentar