0 komentar

PENTINGNYA PENGIDENTIFIKASIAN PELANGGAN DALAM BERTRAN SAKSI


PENTINGNYA PENGIDENTIFIKASIAN PELANGGAN DALAM BERTRAN SAKSI

judul di atas merupakan makalah yang saya buat bersama partner kelompok saya yaitu (mawan yulianto , yuliani indahyanti dan saya sendiri umi khusnul k.h merupakan tugas untuk memenuh mata kuliah Bahasa Indonesia Keilmuan Yang dibina oleh Ibu Novi Eka Susilowati, yang kami ambil selama menempuh perkuliahan di universitas negeri malang fakultas ekonomi... dengan terus berusaha untuk melakukan yang terbaik akhirnya makalah ini siap jadi untuk di bagi dan di kumpulkan ke dosen kami, smoga dapat nilai terbaik seperti usaha yang kami lakukan aminnn :)........ oke chek it out in dia hasil dari makalah yang kami buat... 

A.      Pendahuluan
MenurutKotler(1988−2000:182) tujuan penjualan adalah memenuhi dan memuaskan kebutuhan serta keinginan sasaran pelanggan. Di dalam bidang ilmu cara mengidentifikasi perilaku konsumen mempelajari cara individu, kelompok, dan organisasi dalam memilih, membeli, memakai, serta memanfaatkan barang jasa, gagasan atau pengalaman dalam rangka memuaskan kebutuhan dan hasrat membeli. Memahami perilaku pelanggan dan “mengenalpelanggan” tidak pernah sederhana. Pelanggan mungkin menyatakan kebutuhan dan keinginan mereka kepada penjual. Namun, bukan berarti mereka akan membeli kebutuhan dan keinginan mereka itu kepada penjual. Bahkan pelanggan mungkin tidak memahami motivasi mereka yang lebih dalam.Akan tetapi, pelanggan mungkin menanggapi pengaruh yang mengubah pikiran mereka pada menit-menit terakhir.
“Hal yang  paling penting adalah meramalkan kemana pelanggan bergerak dan beradadi depan penjual untuk segera bertransaksi. Hal ini di lakukan untuk memahami cara sesungguhnya pelanggan membuat keputusan pembelian. Oleh karena itu penjual harus mengidentifikasi pelanggan dengan cara memberikan masukan kepada calon pelanggan untuk segera melakukan keputusan pembelian. Penjual juga dapat menjadi pencetus, pemberi pengaruh,  pengambilan keputusan agar pelanggan segera bertransaksi. Selain itu juga harus menelaah tingkat keterlibatan pelanggan dan jumlah merek  yang tersedia untuk menentukan keterlibatan konsumen dalam perilaku pembelian yang rumit” (Kotler,1988−2000:210)
Cara yang paling efektif untuk mengidentifikasi pelanggan adalah penjual harus menginformasikan keuntungan-keuntungan yang akan diperoleh pelanggan ketika membeli produk yang ditawarkan penjual. Penjual harus mempublikasikan program-program promosi dan memberikan inovasi terhadap produk yang akan di jual. Hal tersebut akan mengarahkan seorang pelanggan untuk segera melakukan transaksi. Sampai saat ini masih banyak pelaku usaha yang sering mengalami kesulitan dalam menarik minat pelanggan sehingga sebagian besar bisnis mereka memiliki transaksi penjual yang belum stabil.Bahkan bisa di katakana lebih sering minus (rugi) karena biaya operasi onal lebih tinggi dari omzet yang didapatkan.Dengan adanya cara pengidentifikasian seperti tersebut setidak nya seorang penjual bisa menaikkan omzet penjual disbanding sebelum melakukan pengidentifikasian.

B.       Pembahasan
1.      Cara mengidentifikasi pelanggan dalam bertransaksi
Pelanggan adalah individu atau makhluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya, baik kebutuhan primer,sekunder,maupun tersier. Identifikasi pelanggan adalah suatu usaha untuk mengetahui perilaku pelanggan baik secara individu maupun sosial. Setelah melakukan identifikasi, seorang penjual dapat menarik perhatian calon pelanggan dengan cara melakukan promosi, yang diharapkan setelah melakukan promosi, pelanggan dapat melakukan pembelian produk seperti yang di tawarkan.
Untuk mengidengidentifikasi pelanggan dapat dilakukan dengan cara mengenali jenis pelanggan yang dapat membantu dalam melakukan identifikasi. Beberapa jenis pelanggan antara lain sebagai berikut:
a.        Pelanggan Internal
Pelanggan internal adalah pelanggan yang berada didalam perusahaan.
b.      Pelanggan Antara
Pelanggan antara adalah mereka yang bertindak sebagai perantara, bukan sebagai pemakai akhir produk ini.
c.       Pelanggan Eksternal
Pelanggan eksternal adalah pembeli atau pemakai akhir produk itu, sering disebut pelanggan nyata.
Salah satu hal penting dalam menentukan strategi pemasaran adalah mengetahui apa saja yang diinginkan oleh pelanggan. Mengetahui benar-benar secara riil bukan hanya berdasarkan asumsi yang dibangun oleh penjual.Dengan begitu produk yang dijual adalah benar-benar produk yang dibutuhkan pembeli, target pasar yang disasar sesuai dengan karakter produk kita. Dengan mengetahui apa yang diinginkan pembeli, orang akan membeli produk dan selanjutnya menjadi pelanggan. Jika pembeli sudah menjadi pelanggan, biaya pemasaran akan semakin murah. Untuk mengetahui keinginan calon pelanggan tersebut, harus dilakukan survey pasarsebelum launching produk. Mengetahui keinginan pelanggan merupakan langkah yang cukup rumit dan penuh ketelitian.Karena berkaitan dengan teknik pengambilan data, akurasi data dan keterampilan menganalisa data. Namun ada cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengetahui keinginan pelanggan terhadap sebuah produk. Yang intinya adalah mengetahui respon pelanggan terhadap sebuah produk yang akan dijual.
Cara untuk mengetahui keinginan pelanggan adalah dengan cara:
·           Bertanya kepada Pelanggan
Cara sederhana ini banyak dilupakan orang dalam menjual sebuah produk, penjual begitu yakin dengan asumsinya bahwa yang diinginkan adalah sesuai yang diapikirkan. Padahal belum tentu.Contoh sederhana dari ini adalah seperti tukang potong rambut yang selalu menanyakan model seperti apa yang diinginkan sebelum memangkas rambut.
·           Jadilah pelanggan dari bisnis anda sendiri
Memposisikan diri sendiri seolah-olah pemilik bisnis adalah pelanggan dari bisnisnya sendiri, memberikan pemahaman sudut pandang jika seorang pemilik bisnis adalah pelanggan, apa saja yang mereka rasakan dan apa saja yang mereka butuhkan dari produk.Dengan begitu penjual bisa menyesuaikan produk sesuai sudut pandang pelanggan.
·           Kuisioner dan survey
Cara ini merupakan cara yang popular dilakukan untuk mengetahui keinginan pelanggan. Bentuk tertulis dari kuisioner dan survey ini merupakan cara yang dilakukan dengan penyebaran kuisioner dan hasilnya di buat analisa.
·           Statistik pelanggan
Penjual bisa menganalisa apakah seorang pelanggan merasa puas terhadap produk yang di jual atau tidak dengan melihat statistic mereka.Apakah mereka terus membeli produk yang kita jual atau menggunakan produk yang kita jual hanya sekali saja.Jika mereka terus kembali dan berulang-ulang berarti produk sesuai dengan kebutuhan pelanggan, jika tidak maka perlu di pertanyakan kembali apakah produk kita memerlukan sebuah inovasi supaya di minati pelanggan.
Bagaimanapun sebuah produk di jual adalah untuk memenuhi keinginan pelanggan.Pelanggan tidak hanya mendapatkan produk yang tidak berguna, meski itu baik. Tetapi juga membeli produk  yang diperlukan, sehingga ia menjadi pelanggan yang terus menerus membeli produk yang kita jual .

2.      Kebermanfaatan mengidentifikasi pelanggan
Pemahaman terhadap perilaku pelanggan sangat bermanfaat untuk kepentingan penyusunan strategi maupun bauran pemasaran.Melalui pemahaman terhadap psikografis konsumen dan juga perilaku penggunaan, penjual dapat melakukan segmentasi berdasarkan variable tersebut.Berdasarkan sikap konsumen, pemasaran dapat menyusun strategi promosi, khususnya iklan secara tepat.Manfaat lain dari mempelajari perilaku pelanggan bagi penjual adalah memungkinkan penjual memahami dengan tepat kebutuhan dan keinginan pelanggan sehingga dapat membantunya untuk memuaskan pelanggan, menerapkan konsep pemasaran dan memperluas legitimasi kemasyarakat (sheth& Mittal, 2004).
Tujuan dari penjualan adalah untuk memuaskan pelanggan. Setelah pelanggan merasa puas, seorang penjual dapat menerima keuntungan dari pelanggan. Menciptakan kepuasan pelanggan adalah suatu hal yang terpenting dalam berbisnis karena bisnis itu tidak akan berjalan tanpa adanya pelanggan.
Kepuasan pelanggan dapat memberikan beberapa manfaat, yaitu:
»        Menciptakan hubungan yang harmonis antara penjual dan pelanggan, hubungan yang harmonis antar penjual dan peanggan akan membuat pelanggan merasa nyaman untuk menjadi pelanggan setia.
»        Peningkatan pendapatan, dengan menciptakan hubungan yang harmonis dan menciptakan komunikasi yang baik antara penjual dan pelanggan, secara otomatis akan meningkatkan pendapatan dan menambah omzet penjualan
»        Memberikan hasil yang baik untuk terciptanya loyalitas pelanggan, memungkinkanpenjualuntukmemanfaatkaninformasidarisemuatitikkontakdenganpelanggan.Denganadanyakonsistensidankemudahandalammengaksesdanmenerimainformasi untuk berkomunikasi antara penjual dan pembeli, makabagian penjualandanpelayananakandapatmemberikanlayanan yang lebihbaiklagikepadapelanggandenganmemanfaatkanberbagaiinformasipentingmengenaipelanggantersebut.
»        Memberikan informasi kepada orang lain karena merasa puas setelah membeli suatu produk.Memberikaninformasidan proses yang diperlukanterhadap orang lain untukmengetahui keinginan mereka, memahami dan mengidentifikasi kebutuhan mereka dan efektif membangun hubungan antara penjual dan mitra distribusi.

3.   3.    Kendala mengidentifikasi pelanggan
Kendala yang dihadapi penjual dalam  mengidentifikasi pelanggan adalah ketika seorang pelanggan tidak termotivasi untuk membeli produk barang atau jasa yang ditawarkan penjual atau bahkan seorang pelanggan mengubah pemikiran mereka pada menit-menit terakhir sebelum melakukan transaksi.
Dari sisi penjual mungkin penjual kurang begitu memberikan inovasi dalam mempromosikan barang yang ditawarkan sehingga seorang pelanggan kurang begitu tertarik untuk melihat barang yang dijual. Kesulitan yang sering penjual hadapi biasanya menemukan ide dalam memotivasi pelanggan.
Dalam hal mengidentifikasi calon pelanggan, seorang penjual harus mengenal kepribadian pelanggan. Menurut Richard (2008:202) kepribadian dibagi menjadi 2 yaitu kepribadian Introvert dan Ekstrovert, ciri kepribadian Introvert yang harus diketahui penjual yaitu pelanggan yang pemalu atau pendiam, rajin, dan suka memendam apa yang dirasakannya. Dalam menghadapi pelanggan introvert, diperlukan penjual yang cakap ketika menjelaskan informasi tentang produk, karena pelanggan tersebut sangat analitis. Tetapi pelanggan introvert ini adalah tipe-tipe pelanggan yang sensitive ketika menghadapi penjual yang suka mengikuti gerak-gerik mereka ketika ingin melihat-lihat sesuatu barang yang dijual.Sehingga para penjual yang datang kepada pelanggan introvert haruslah benar-benar dapat memahami kemauan pelanggan tersebut.Richard mengatakan kepribadian Ekstrovert memiliki ciri yaitu apabila pelanggan introvert pendiam dan cenderung pemalu, maka sebaliknya dengan pelanggan ekstrovert. Pelanggan ekstrovert ini bisa juga disebut dengan pelanggan yang cenderung suka berbicara, mereka juga mudah menanggapi penjual ketika menawari barang yang dijualnya yang berbalik dengan sifat pelanggan introvert yang tidak menanggapi penjual ketika menawarkan barang yang dijualnya.Kebanyakan orang memiliki sifat dari kedua jenis kepribadian extrovert atau introvert tetapi yang terpenting bagi seorang penjual adalah mengetahui sifat calon pembeli termasuk golongan introvert atau ekstrovert.
Membentuk kepribadian pelanggan merupakan kombinasi unik dari berbagai faktor, tidak ada pelanggan yang betul-betul sama. Walaupun demikian, banyak pelanggan yang mungkin mirip dari sudut satu karakteristik pribadi tetapi tidak dari sudut karakteristik pribadi lainnya. Sifat-sifat tersebut mempengaruhi cara pelanggan  merespon usaha promosi para penjual dan kapan, dimana, dan bagaimana mereka menkonsumsi jasa tertentu. Walaupun para penjual tidak dapat mengubah kepribadian pelanggan supaya sesuai dengan produk yang dijual, penjual harus mengetahui karakteristik kepribadian yang dapat mempengaruhi respon khusus yang diberikan oleh penjual kepada konsumen sehingga dapat menarik perhatian melalui sifat-sifat relevan yang melekat pada kelompok pelanggan yang menjadi target penjualan.
Ada 2 faktor kendala sebelum terjadinya pembelian :
·         Factor sikap orang lain , sejauh mana sikap orang laim memengaruhi alternative yang di sukai seseorang akan bergantung pada 2 hal :
1. intensitas sikap negative orang lain terhadap alternative yang di sukai

     pelanggan.

2.  motivasi pelanggan untuk menuruti keinginan orang lain.
            Semakin gencar sikap negative orang lain dan semakin dekat orang tersebut dengan pelanggan , semakin besar pelanggan akan mengubah niat membelinya. Keadaan sebaliknya juga berlaku : preferensi seorang pelanggan terhadap suatu merk akan meningkat jika seorang yang ia sukaijuga sangat menyukai merk yang sama. Pengaruh orang lain akan menjadi rumit saat beberapa orang yang dekat dengan pelanggan memiliki pendapat yang berlawanan dan pelanggan ingin menyenangkan mereka semua.
·         Factor situasi yang tidak terantisipasi, yang dapat muncul dan mengubah niat pelanggan, jadi preferensi dan bahkan niat pembelian bukanlah peramal perilaku pembelian yang benar- benar handal.
Menurut Philip Kotler (1997:36) Kepuasan pelanggan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja (hasil) suatu produk dengan harapannya.Pelanggan merasa puas kalau harapan mereka terpenuhi, dan merasa amat gembira kalau harapan mereka terlampaui.Pelanggan yang puas cenderung tetap loyal lebih lama, membeli lebih banyak, kurang peka terhadap perubahan harga dan pembicaraannya menguntungkan perusahaan. Jika hal tersebut tidak di rasakan oleh seorang pelanggan maka pelanggan akan merasa kecawa dan tidak akan merasa tertarik membeli barang yang di di tawarkan oleh penjual.

C.       Penutup
Di dalam pengidentifikasian pelanggan dalam bertransaksi dapat dilakukan dengan cara mengenali jenis pelanggan yang dapat membantu dalam melakukan identifikasi. Salah satu hal penting dalam menentukan strategi pemasaran adalah mengetahui apa saja yang diinginkan oleh pelanggan. Selain itu pemahaman terhadap perilaku pelanggan sangat bermanfaat untuk kepentingan penyusunan strategi maupun bauran pemasaran.
Pada saat mengidentifikasi pelanggan dalam bertransaksi, penjual juga menghadapi kendala-kendala yaitu ketika seorang pelanggan tidak termotivasi untuk membeli produk barang atau jasa yang ditawarkan penjual atau bahkan seorang pelanggan mengubah pemikiran mereka pada menit-menit terakhir sebelum melakukan transaksi.

Saran
            Mungkin inilah yang di wacanakan pada penulisan kelompok ini meskipun penulisan ini jauh dari sempurna, minimal kita mengimplementasikan tulisan ini.Masih banyak kesalahan dari penulisan kelompok kami, karena kami manusia tempat salah dan dosa: dalam hadits “al insanuminalkhotto’ wannisa’, dan kami juga butuh saran/ kritikan agar bisa menjadi motivasi untuk masadepan yang lebihbaik dari pada masa sebelumnya. Kami juga mengucapkan terimakasih atas dosen pembimbing matakuliah Bahasa Indonesia Keilmuan IbuNovi EkaSusilowati S.Pd yang telah memberi kami tugas kelompok demi kebaikan diri kita sendiri dan untuk Negara dan bangsa.


Daftar pustaka
Kotler,Philip.(2000).manajemen pemasaran.jakarta:PT indeks.
www.wikepedia.com


read more