Mutu adalah paduan sifat-sifat barang atau jasa, yang menunjukkan
kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, baik kebutuhan yang dinyatakan
maupunyang tersirat. empat usaha mendasar untuk menghasikan mutu :
1.ciptakan
situasi menang-menang, bukan kalah-menang.
2. utamakan menumbuhkan motivasi intrinsik dalam diri setiap orang.
3. berorientasilah pada proses dan hasil jangka panjang.
4. utamakan mengembangkan kerja sama, bukan persaingan.
2. utamakan menumbuhkan motivasi intrinsik dalam diri setiap orang.
3. berorientasilah pada proses dan hasil jangka panjang.
4. utamakan mengembangkan kerja sama, bukan persaingan.
Pada
dasarnya seorang manajer harus selalu melakukan kontrol terhadap kinerja para
karyawannya guna mengantisipasi adanya cyberslacker.
Kontrol
organisasi adalah
proses sistematis yang digunakan manajer untuk mengatur aktivitas organisasi
agar tetap konsisten dengan pengharapan yang telah dibuat dengan rencana,
target dan standar kinerja
Memilih standar dan ukuran yaitu organisasi fokus pada pengukuran dan pengawasan kinerja keuangan seperti penjualan, pendapatan dan keuntungan.
Kartu skor berimbang berisi 4 perspektif utama yaitu:
Memilih standar dan ukuran yaitu organisasi fokus pada pengukuran dan pengawasan kinerja keuangan seperti penjualan, pendapatan dan keuntungan.
Kartu skor berimbang berisi 4 perspektif utama yaitu:
1. kinerja
keuangan.
2.
layanan pelanggan.
3.
proses bisnis internal dan kapasitas organisasi
untuk belajar dan tumbuh.
v
Model
Kontrol Umpan Balik
Langkah-langkah
kontrol umpan balik
1)
Membangun
standar kinerja, yang akan menjadi pembanding dari aktivitas-aktivitas organisasi.standart
kinerja dapat terdiri atas “mengurangi angka penolakan dari 15 hingga 3
persen”. Meningkatkan pengembalian investasi perusahaan hingga 7%.atau
mengurangi jumlah kecelakaan menjadi 1dari setiap 100.000 jam bekerja.
2)
Mengukur kinerja
yang ada, sebagian besar organisasi mempersiapkan laporan formal tentang
pengukuran kinerja kuantitatif yang di tinjau oleh manager stiap hari, minggu,
atau bulan pengukuran ini harus berhubungan dengan standart yang telah di
tetapkan dalam langkah pertama proses control.
3)
Membandingkan
kinerja dengan standar,adalah membandingkan aktivitas yang ada dengan
standar kinerja laporan kinerja menyederhanakan perbandingan dengan menempatkan
standar kinerja untuk periode laporan dan kinerja yang ada untuk periode yang
sama serta dengan menghitung perbedaannya yaituperbedaan antar setiap jumlah
yang ada dengan standar yang di asosiasikan.
4) Lakukan tindakan koreksi,dalam
pendekatan tradisional atas ke bawah dalam melakukan control , manager akan
melakukan wewenang formalnya untuk membuat perubahan yang penting.ia dapat
mendorong pegawai untuk bekerja lebih keras,mendesain ulang proses produksi
atau memecat pegawai.
v
Aplikasi
Untuk Anggaran
Anggaran merupakaan laporan yang berisi laporan pengeluaran terkini dan terencana.
Jenis-jenis anggaran
1. Anggaran biaya,terdiri atas biaya antisipasi dan biaya actual untuk setiap pusat
Pertanggung jawaban dan untuk organisasi secara keseluruhan.
2. Anggaran pendapatan, anggaran yang mengidentifikasi pendapatan perkiraan
Dan pendapatan actual organisasi.
3. Anggaran kas, anggaran yang menghitung dan melaporkan arus kas dalam basis
harian atau mingguan untuk menjamin bahwa perusahaan memiliki kas yang cukup untuk
memenuhi kewajibannya.
4. Anggaran modal, anggaran yang merencanakan dan melaporkan investasi dalam aset besar
untuk di depresiasi setelah beberapa tahun.
Anggaran merupakaan laporan yang berisi laporan pengeluaran terkini dan terencana.
Jenis-jenis anggaran
1. Anggaran biaya,terdiri atas biaya antisipasi dan biaya actual untuk setiap pusat
Pertanggung jawaban dan untuk organisasi secara keseluruhan.
2. Anggaran pendapatan, anggaran yang mengidentifikasi pendapatan perkiraan
Dan pendapatan actual organisasi.
3. Anggaran kas, anggaran yang menghitung dan melaporkan arus kas dalam basis
harian atau mingguan untuk menjamin bahwa perusahaan memiliki kas yang cukup untuk
memenuhi kewajibannya.
4. Anggaran modal, anggaran yang merencanakan dan melaporkan investasi dalam aset besar
untuk di depresiasi setelah beberapa tahun.
v Kontrol
Keuangan
Seorang manajer harus mengawasi kinerja keuangan yang ditunjukkan dalam organisasi
· Laporan keuangan
Berisikan informasi yang digunakan untuk mengontrol keuangan dari sebuah organisasi
- Neraca keuangan yaitu menunjukkan posisi keuangan sebuah perusahaan yang berhubungan dengan aktiva dan kewajiban dalam waktu tertentu.
Seorang manajer harus mengawasi kinerja keuangan yang ditunjukkan dalam organisasi
· Laporan keuangan
Berisikan informasi yang digunakan untuk mengontrol keuangan dari sebuah organisasi
- Neraca keuangan yaitu menunjukkan posisi keuangan sebuah perusahaan yang berhubungan dengan aktiva dan kewajiban dalam waktu tertentu.
-
Laporan laba/rugi yaitu meringkas kinerja keuangan
untuk interval, biasanya periode satu tahun.
v Analisis Keuangan Menafsirkan Angka
Seorang manajer harus mampu mengevaluasi sebuah laporan keuangan yang membandingkan kinerja perusahaan dengan data terdahulu atau norma-norma industri. Hal ini berfokus pada rasio, statistik yang menunjukkan hubungan.
Rasio sendiri dinyatakan sebagai fraksi atau proporsi
v Analisis Keuangan Menafsirkan Angka
Seorang manajer harus mampu mengevaluasi sebuah laporan keuangan yang membandingkan kinerja perusahaan dengan data terdahulu atau norma-norma industri. Hal ini berfokus pada rasio, statistik yang menunjukkan hubungan.
Rasio sendiri dinyatakan sebagai fraksi atau proporsi
Macam Rasio
- Rasio likuiditas adalah perbandingan keuangan yang menunjukkan kemampuan organisasi untuk memenuhi kewajiban utangnya.
- Rasio aktivitas adalah rasio keuangan yang menukur kinerja internal organisasi yang berhubungan dengan aktivitas penting yang ditentukan oleh manajemen.
- Rasio keuntungan adalah rasio keuangan yang menggambarkan keuntungan milk perusahaan yang berkenaan dengan sumber daya keuntungan (misalnya penjualan atau jumlah aset).
- Rasio laverage adalah aktivitas pendanaan dengan uang pinjaman.
- Rasio likuiditas adalah perbandingan keuangan yang menunjukkan kemampuan organisasi untuk memenuhi kewajiban utangnya.
- Rasio aktivitas adalah rasio keuangan yang menukur kinerja internal organisasi yang berhubungan dengan aktivitas penting yang ditentukan oleh manajemen.
- Rasio keuntungan adalah rasio keuangan yang menggambarkan keuntungan milk perusahaan yang berkenaan dengan sumber daya keuntungan (misalnya penjualan atau jumlah aset).
- Rasio laverage adalah aktivitas pendanaan dengan uang pinjaman.
v
Filosofi Kontrol Yang Berubah-Ubah
Pendekatan
yang dilakukan manajer untuk mnjalankan kontrol terus menerus berubah dalam
banyak organisasi, banyak perusahaan yang mengadopsi proses kontrol
desentralisasi daripada hierarki.
1. Pendekatan hierarki versus pendekatan desentralisasi
· Kontrol hierarki merupakan penggunaan aturan, kebijakan hierarki wewenang dan alat formal lainnya untuk memengaruhi perilaku pegawai dan menilai kinerja
· Kontrol desentralisasi merupakan penggunaan budaya perusahaan, norma kelompok dan fokus terhadap tujuan daripada aturan dan prosedur, untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.
1. Pendekatan hierarki versus pendekatan desentralisasi
· Kontrol hierarki merupakan penggunaan aturan, kebijakan hierarki wewenang dan alat formal lainnya untuk memengaruhi perilaku pegawai dan menilai kinerja
· Kontrol desentralisasi merupakan penggunaan budaya perusahaan, norma kelompok dan fokus terhadap tujuan daripada aturan dan prosedur, untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.
2.
Manajemen buka-buku
Berbagai informasi keuangan dan hasil-hasilnya dengan semua pegawai di organisasi. Tujuan dari manajemen buka buku adalah untuk membuat setiap pegawai berpikir dan bertindak seperti seorang pemillik bisnis.
Berbagai informasi keuangan dan hasil-hasilnya dengan semua pegawai di organisasi. Tujuan dari manajemen buka buku adalah untuk membuat setiap pegawai berpikir dan bertindak seperti seorang pemillik bisnis.
3.
Manajemen kualitas total (TQM)
Komitmen seluruh anggota perusahaan untuk menanamkan kualitas ke dalam setiap aktivitas dengan cara melakukan perbaikan terus-menerus.
Teknik-teknik TQM
Penerapan manajemen kualitas total terdiri atas penggunaan beragam teknik diantaranya
1) siklus kualitas, adalah sebuah kelompok Yang terdiri dari 6 hingga 12 pegawai sukarela
yang bertemu secara rutin untuk membahas dan menyelesaikan masalah untuk
mepengaruhi kualitas kerja mereka.
2) tolak ukur, adalah proses berkelanjutan dari pengukuran produk pelayanan dan
praktik dibandingkan dengan pesaing terkuat atau perusahaan yang di anggap
sebagai perusahaan teruggul di industrinya guna mengidentifikasi area yang harus di perbaiki,
3) prinsip six sigma, pendekatan kendali mutu yang ,emperhitungkan segala hal dan
menekankan pengejaran yang disiplin dan gigih untuk mencapai kualitas yang lebih
tinggi serta biaya yang lebih rendah.
4) siklus waktu yang berkurang, langkah yang di ambil oleh perusahaan untuk menyelesaikan
suatu proses.
5) perbaikan terus-menerus, pelaksanaan sejumblah besar perbaikan tambahan kecil di semua
area organisasi secara terusmenerus.
Komitmen seluruh anggota perusahaan untuk menanamkan kualitas ke dalam setiap aktivitas dengan cara melakukan perbaikan terus-menerus.
Teknik-teknik TQM
Penerapan manajemen kualitas total terdiri atas penggunaan beragam teknik diantaranya
1) siklus kualitas, adalah sebuah kelompok Yang terdiri dari 6 hingga 12 pegawai sukarela
yang bertemu secara rutin untuk membahas dan menyelesaikan masalah untuk
mepengaruhi kualitas kerja mereka.
2) tolak ukur, adalah proses berkelanjutan dari pengukuran produk pelayanan dan
praktik dibandingkan dengan pesaing terkuat atau perusahaan yang di anggap
sebagai perusahaan teruggul di industrinya guna mengidentifikasi area yang harus di perbaiki,
3) prinsip six sigma, pendekatan kendali mutu yang ,emperhitungkan segala hal dan
menekankan pengejaran yang disiplin dan gigih untuk mencapai kualitas yang lebih
tinggi serta biaya yang lebih rendah.
4) siklus waktu yang berkurang, langkah yang di ambil oleh perusahaan untuk menyelesaikan
suatu proses.
5) perbaikan terus-menerus, pelaksanaan sejumblah besar perbaikan tambahan kecil di semua
area organisasi secara terusmenerus.
v
Tren
Dalam Kendali Mutu
Berikut Ini Merupakan Tren Besar Dalam Kendali Mutu
1) Standar Kualitas Internasional, standart yang merupakan hasil dari consensus internasianal
tentang syarat manajemen kualitas yang baik sebagaimana yang di uraikan oleh internasional
organization for standardization.
2) Sistem Kontrol Keuangan Baru
3) Pertambahan Nilai Ekonomi (Eva),system control yang mengukur kinerja yang berkenan dengan keuntungan setelah pajak di kurangi biaya modsl yang di investasikan pada aset nyata.
4) Pertambahan Nilai Pasar (Mva), system control yang mengukur perkiraan pasar
Saham terhadap nilai perusahaan terdahulu dan proyek investasi modal yang di harapkan.
5) Pembiayaan Berbasis Aktivitas (Abc)
6) Tata Kelola Perusahaan, sitem tata kelola organisasi sehingga kepentingan
pemilik perusahaan dapat di lindungi.
Berikut Ini Merupakan Tren Besar Dalam Kendali Mutu
1) Standar Kualitas Internasional, standart yang merupakan hasil dari consensus internasianal
tentang syarat manajemen kualitas yang baik sebagaimana yang di uraikan oleh internasional
organization for standardization.
2) Sistem Kontrol Keuangan Baru
3) Pertambahan Nilai Ekonomi (Eva),system control yang mengukur kinerja yang berkenan dengan keuntungan setelah pajak di kurangi biaya modsl yang di investasikan pada aset nyata.
4) Pertambahan Nilai Pasar (Mva), system control yang mengukur perkiraan pasar
Saham terhadap nilai perusahaan terdahulu dan proyek investasi modal yang di harapkan.
5) Pembiayaan Berbasis Aktivitas (Abc)
6) Tata Kelola Perusahaan, sitem tata kelola organisasi sehingga kepentingan
pemilik perusahaan dapat di lindungi.







0 komentar:
Posting Komentar